Senin, 15 Februari 2016
KULINER KHAS MANADO
Makanan Khas Manado
Harus diakui, Manado punya segudang makanan yang luar biasa!!! Beberapa hari saja di Manado, anda akan merasakan berat badan yang bertambah,,,heheheh. Makanan di manado sangat di pengaruh dari makanan khas masyarakat Minahasa, sehingga orang menyebutnya Makanan khas Minahasa. Makanan – makanan di Manado akan menjadi Surga bagi lidah anda…Mari makanPertama yang harus dibahas adalah Dabu-Dabu. bagi pecinta sambal… Dabu-Dabu layak diberi predikat “Harus dicoba”. rasanya unik, pedas, ada sedikit asemnya juga…. enak deh pokoknya!!

Coba lihat warnanya yang cantik ini… Siapa yang tak tergoda mencicipinya?
Dabu-Dabu ini merupakan sambal yang dibuat dari bahan bahan mentah yang diiris kasar. Kalau sambal di jawa biasanya di haluskan (di uleg), Dabu-Dabu cukup dicampur saja jadi satu semua bahannya. Rasanya yang segar cocok sekali disandingkan dengan Ikan Bakar. Wuih mantab!!!!
Yang
kedua, tentu saja Pisang goreng yang dimakan sama sambal, unik kan??.
Apalagi jika makan pisang gorengnya sore menjelang petang di teluk
Manado, di sampingnya ada segelas Es Kelapa Muda dengan gula merah.
Oh…..top margo Top…dech!!!Apalagi Makanan yang satu ini ” Ikan Woku Belanga “

Manado yang terletak di tepi laut punya hidangan
khas yang berbahan ikan, tidak heran kalo makanan
yang satu ini menjadi favorit “Ikan Woku Belanga”
yang rasanya nendang banget …..
Masakan manado emang selalu menggugah selera, pedes dan segar, yuk dicobaiiin….

Satu lagi yang unik, “Nasi Kuning bungkus janur”
Coba perhatikan cara membungkusnya. Lucu kan??
Isi Nasi Kuning terdiri dari telur dan irisan daging sapi tipis tipis, disuwir suwir….
Nasi Kuning khas manado sedikit beda dengan Nasi Kuning yang ada di Jawa, terlebih dari segi rasa kaya akan bumbu.
Sebenarnya masih banyak makanan khas manado yang lezat, unik dan menarik.
Buktikan aja dech sendiri dengan segera berkunjung ke Kota Manado, dijamin lidah anda akan ketagihan.
MAKANAN KHAS PADANG SUMATRA BARAT
Masakan Khas Padang
- Masakan khas Sumatera Barat adalah jenis kuliner yang banyak
digemari di seluruh Indonesia, sehingga banyak tersebar restoran masakan
Padang di berbagai penjuru Indonesia. Restoran Padang adalah salah satu
jenis restoran yang bisa ditemui di hampir seluruh kota di Indonesia.
Warung makan jenis ini sangat digemari karena menyajikan berbagai menu
yang tidak hanya khas, namun juga memiliki rasa yang luar biasa lezat.
Beberapa Masakan Terlezat Khas Padang
Ikan Balado
Balado merupakan salah satu sambal dari Sumatera Barat atau di daerah
Minang. Setiap restoran Padang memiliki resep balado khasnya sendiri.
Bahan dasar dari sambal ini adalah bawang merah, cabe, tomat, air jeruk
nipis, garam, dan gula. Tak hanya di Indonesia, masakan ini juga sangat
digemari oleh masyarakat negeri tetangga, khususnya Malaysia dan
Singapura.
![]() |
| Gambar : tilulas.com |
Biasanya, sambal balado tersebut dicampur dengan ikan goreng serta
sayuran rebus. Ikan yang dicampur dengan balado yang memiliki rasa
pedas-manis yang tajam terasa lebih spesial di lidah dan mampu
membangkitkan selera makan.
Sate Padang
Sate Padang adalah sate yang dibuat dengan berbagai resep khusus dari
Padang, Sumatera Barat. Masakan ini dibuat dari daging sapi yang
dipotong dadu kecil dengan saus pedas di atasnya. Karakteristik utamanya
adalah saus kuning yang terbuat dari tepung beras dicampur dengan kaldu
jeroan pedas, kunyit, jahe, bawang putih, ketumbar, lengkuas akar,
jinten, bubuk kari, dan garam. Di Medan, Sate Padang tidak hanya
menggunakan daging sapi tetapi juga daging ayam dan kambing. Makanan
yang lezat ini memiliki kandungan kolesterol yang tinggi sehingga tidak
baik jika disantap terlalu sering. Sate Padang paling nikmat disantap
bersama sepiring nasi putih dan segelas es teh dingin.
Gulai Itiak
Gulai itiak adalah makanan khas dari daerah Koto Gadang, Bukittinggi.
Gulai Itiak adalah daging bebek yang diiris tipis-tipis, dimasak bersama
dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah seperti cabe kriting hijau,
laos, kunyit, dan jahe, serta daun jeruk nipis. Itik yang digunakan
adalah yang masih muda dan setelah dipotong dibakar. Masakan ini terasa
pedas, dan memiliki warna kehijauan ketika disajikan.
Karupuak Sanjai
Karupuak atau Kerupuk Sanjai adalah camilan ringan yang sangat cocok
untuk mendampingi berbagai menu utama masakan khas Padang yang dikenal
memiliki rasa yang sangat berat. Kerupuk ini seolah menjadi penyeimbang
cita rasa sekaligus pembangkit selera yang cocok disantap kapan saja.
Karupuak Sanjai terbuat dari singkong yang diparut, dibentuk adonan,
lalu digoreng. Bumbu dari kerupuk ini sebenarnya cukup sederhana, hanya
berupa garam secukupnya. Meskipun demikian, bumbu yang sederhana ini
mampu menyajikan cita rasa yang menggiurkan.
Teh Talua
Teh Talua adalah salah satu menu yang wajib yang harus ada di restoran
Padang. Teh ini cukup unik karena penggunaan kuning telur yang
dicampurkan saat proses penyajiannya. Telur ayam atau bebek dapat
dipilih untuk dicampurkan ke dalam Teh Talua. Bahan-bahan lain selain
teh dan kuning telur juga ditambahkan, antara lain adalah gula dan jeruk
nipis
Gulai Paku
Gulai paku juga dikenal dengan nama gulai pakis. Gulai paku adalah
hidangan klasik Indonesia yang lezat dan memiliki cita rasa yang unik.
Bahan makanan khas Padang ini adalah daun pakis yang dimasak dalam saus
kelapa yang dibumbui dengan cabai, lengkuas, dan jahe. Biasanya, Gulai
Paku disajikan bersama ketupat dan disajikan untuk menyambut Hari Raya.
Kalio Dagiang
Kalio Dagiang adalah sebuah gulai yang terbuat dari daging sapi. Dimasak
bersama dengan berbagai rempah-rempah dan cabai, daging direbus dalam
waktu yang cukup lama sehingga memiliki tekstur yang sangat lembut dan
sudah menyerap rasa dan aroma dari berbagai bumbu. Sekali gigit, kamu
pasti akan terhipnotis oleh kelezatannya.
Dendeng Balado
Dendeng adalah irisan tipis daging kering yang sering digunakan sebagai
bahan utama dalam masakan Indonesia. Dendeng Balado bahan utamanya
adalah daging sapi yang diiris tipis dan dikeringkan. Lalu digoreng dan
diberi cabai merah atau lado merah. Bahan lainnya adalah bawang merah,
bawang putih dan bumbu lainnya. Dendeng awalnya ditemukan oleh
masyarakat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau membuat masakan dari
daging sapi dan membuatnya kering sehingga dapat dimakan selama
berhari-hari dan dibawa pergi saat melakukan perjalanan.
Dendeng Batokok
Dendeng batokok sama dengan dendeng balado, bahan utama adalah daging
sapi yang diiris tipis dan digoreng. Tetapi cabainya adalah cabai hijau
(lado hijau) yang digiling kasar. Daging digoreng dan dipukul-pukul
pakai cobek, sehingga dagingnya lebih lembut dan rasanya nikmat.
Soto Padang
Soto Padang terbuat dari irisan daging sapi. Daging sapi yang
dipergunakan tidak sembarangan, melainkan hanya bagian khas dalam saja,
sehingga memiliki tingkat kekenyalan yang pas namun tetap terasa empuk.
Masakan ini cocok dijadikan sebagai hidangan pembuka atau sebagai menu
utama.
Randang atau rendang
Randang adalah masakan tradisional khas Minang Sumatera Barat. Randang
merupakan masakan favorite hampir setiap orang yang datang ke rumah
makan Padang. Rendang terbuat dari daging sapi yang dimasak bersama kuah
santan dan bumbu-bumbu khas Padang lainnya. Bahan-bahan utamanya adalah
daging sapi (dagiang sapi), air parutan kelapa (aia karambia), cabai
(merah lado merah) dan bumbu-bumbu pemasak lainnya (langkok-langkok
tidak menggunakan kunyit agar tekstur daging tidak rusak). Sekarang
rendang bukan saja dari daging sapi, tetapi dari daging ayam, telur dan
buah nangka muda pun sering dibuat rendang oleh masyarakat Minang
Sumatera Barat. Menyantap masakan ini ditemani dengan sepiring nasi
hangat dan segelas es teh adalah salah satu hal paling nikmat yang bisa
dirasakan di Indonesia.
Gulai Toco
Bahan utamanya adalah kacang buncis, kadang dicampur tempe dan daging
yang dipotong kecil-kecil serta cabai hijau yang diiris-iris mengikuti
bentuk irisan kacang buncisdan di masak dengan air santan serta
bumbu-bumbu lainnya. Masakan ini berkuah dan berwarna putih kehijauan.
Gulai Banak atau Gulai Otak
Gulai banak atau gulai otak merupakan masakan Padang berkuah santan.
Bahan utama adalah otak sapi yang dipotong-potong kecil-kecil.
Cancang
Masakan Padang dengan bahan utama adalah daging dipotong kecil-kecil
(kadang ukuran besar). Pakai santan dan cabai merah giling. Rasanya
cukup pedas dan aromanya sangat khas. Biasanya daging yang digunakan
adalah daging kambing.
Sebenarnya, masih banyak kuliner khas Padang
yang tidak kalah lezatnya dengan masakan-masakan di atas. Masakan
Padang terkenal dengan citara sanya yang gurih dan juga pedas yang
nikmatnya sampai ke hati.
KULINER INDONESIA
Masakan Indonesia
Masakan Indonesia adalah salah satu tradisi kuliner yang paling kaya di dunia, dan penuh dengan cita rasa yang kuat. Kekayaan jenis masakannya merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni, dan menempati peran penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum. Hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan, dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan daerah yang dipengaruhi secara lokal oleh kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia, namun untuk bagian timur lebih umum dikonsumsi sagu, jagung, singkong, dan ubi jalar. Bentuk penyajian umum sebagian besar makanan Indonesia terdiri atas makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur di sisi piring.
Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi, dan sumber daya alamnya. Teknik memasak, dan bahan makanan asli Indonesia berkembang, dan kemudian dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, Cina, dan akhirnya Eropa. Para pedagang Spanyol dan Portugis membawa berbagai bahan makanan dari benua Amerika jauh sebelum Belanda berhasil menguasai Indonesia. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan Rempah-rempah", juga menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia.
Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah, dan India, seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging, dan sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan Cina dapat dicermati pada beberapa masakan Indonesia. Masakan seperti bakmi, bakso, dan lumpia telah terserap dalam seni masakan Indonesia.
Beberapa jenis hidangan asli Indonesia juga kini dapat ditemukan di beberapa negara di benua Asia. Masakan Indonesia yang populer seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari di Malaysia dan Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu dan tempe, juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang berbeda, oncom sangat populer di Jawa Barat.
Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada tangan kanan, dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa Barat dan Sumatera Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang.
Di restoran atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti restoran boga bahari, restoran tradisional Sunda dan Padang, atau warung tenda pecel lele dan ayam goreng khas Jawa Timur. Tempat seperti ini biasanya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini tidak untuk diminum; hanya digunakan untuk mencuci tangan sebelum, dan sesudah makan dengan menggunakan tangan telanjang.
Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan Cina yang telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmi atau mi ayam dengan pangsit, mi goreng, dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow)
Langganan:
Postingan (Atom)
